Pengertian Adat Sopan Santun

Adat sopan santun, tata krama dan sering juga disebut sebagai etiket telah menjadi bahagian dalam kehidupan manusia. Sopan santun sudah merupakan persyaratan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun dalam waktu apapun juga. Dalam proses sosialisasi seseorang itu sejak kecil telah diajarkan, umpamanya kalau seseorang memberikan sesuatu hendaklah diterima dengan tangan kanan dan mengucapkan terimakasih. Orang tua sejak kecil telah mengajarkan cara minum, menyapa, memberi hormat, berbicara, berpakaian, bersikap dan lain-lain. Akhirnya prilaku seseorang terbentuk menjadi kebiasaan, tanpa disadari mengapa berbuat demikian. Adat sopan santun lahir, karena adanya interaksi antara individu maupun dengan masyarakat.
Adat sopan santun yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lama-kelamaan merambat kelingkungan masyarakat yang lebih luas dan akhirnya diterima sebagai sesuatu kesepakatan bersama tanpa tertulis. Sesuai dengan perkembangan waktu tanpa disadari muncul kesepakatan yang tersaring dari lingkungan masyarakat setempat dan masyarakat pada wilayah tertentu. Orang Minangkabau sebagai lingkungan masyarakat tertentu dan punya wilayah adat tersendiri, maka tatakrama atau adat sopan santun yang mempunyai ciri-ciri tersendiri yang dapat membedakan dengan tatakrama masyarakat pada daerah lainnya. Adat sopan santun yang berlaku pada masyarakat tertentu belum tentu diterima pula oleh masyarakat lainnya, karena adat sopan santun tersebut didukung oleh masyarakat yang saling berbeda kondisi dan latar belakang kehidupan sosial budayanya. Oleh karena itu, harus disadari suatu sikap yang mengatakan orang lain atau adat lain tidak sopan adalah hal yang keliru.

Sumber : minangmedia.wordpress.com

Comments

Popular Posts