Definisi-Dongeng
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Eksistensi dongeng di tengah kemajuan
dunia elekronik menjadi sebuah wacana yang mulai di kembangkan oleh sebagian
organisasi dan individu yang memiliki kepedulian terhadapnya. Salah satunya
adalah PARADOKS (Parade Dongeng Anak Nusantara),
yaitu sekelompok kompasianer yang akan menggelar festival dongeng anak clasic dan futuristic pada tanggal 23-24 April 2011.
Aksi yang dilakukan pada hari itu
adalah akan mempublish dongeng-dongeng anak secara bersamaan. Karya yang telah
di publikasi itu rencananya akan di inventarisir dan diabadikan dalam media
cetak (buku).
B. Rumusan Masalah
Dalam
makalah ini akan dibahas mengenai :. Definisi Dongeng, Tokoh
Dongeng, Tema Dongeng, Kalimat Pembuka Dongeng, Struktur Dongeng, jenis-jenis dongeng, cirri-ciri lain dongeng, cara
mengawali menceritakan dongeng, serta manfaat dongeng.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisdan amakalah ini adalah untuk mengetahui apa Definisi
Dongeng, Tokoh Dongeng, Tema Dongeng, Kalimat Pembuka Dongeng, Struktur Dongeng, jenis-jenis dongeng, cirri-ciri lain dongeng, cara
mengawali menceritakan dongeng, serta manfaat dongeng.
D. Manfaat Penulisan
Dengan adanya penulisan makalah ini
semoga dapat menambah bwawasan tentang
dongeng khususnya untuk penulis dan umumnya untuk seluruh pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Dongeng
Dongeng adalah cerita sederhana
yang tidak benar-benar terjadi, misalnya kejadian-kejadian aneh di jaman
dahulu. Dongeng berfungsi menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur.
Dongeng termasuk cerita
tradisional. Cerita tradisional adalah cerita yang disampaikan secara turun
temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebarkan secara luas ke berbagai
tempat. Kemudian, cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat.
Pada
dasarnya, dongeng
adalah salah satu media hiburan bagi anak anak, karena dengan dongeng anak anak bisa
merasa tenang dan nyaman dalam menjelajahi cakrawala imajinasinya. Sementara
itu sebagai pendongeng (khususnya orang tua) dituntut untuk senantiasa bisa
memiliki wawasan yang kreatif, edukatifdan imajinatif, sehingga sajian dongeng bisa
menjadi sebuah hiburan yang bermanfaat ganda bagi anaknya, yaitu memberikan
hiburan dan petuah di dalamnya.
B. Pelaku atau Tokoh Dongeng
a)
Dewa dan dewi, ibu dan saudara tiri yang jahat, raja dan ratu, pangeran dan
putri, ahli nujum;
b)
peri, wanita penyihir, raksasa, orang kerdil, putri duyung, monster, naga;
c)
binatang, misalnya ikan ajaib dan kancil;
d)
kastil, hutan yang memikat, negeri ajaib;
e)
benda ajaib, misalnya lampu ajaib, cincin, permadani, dan cermin.
C. Tema Dongeng
Biasanya, suatu dongeng mempunyai tema seperti ini.
Moral tentang kebaikan yang selalu menang melawan kejahatan.
Kejadian yang terjadi di masa lampau, di suatu tempat yang jauh sekali
Tugas yang tak mungkin dilaksanakan.
Mantra ajaib, misalnya mantra untuk mengubah orang menjadi binatang.
Daya tarik yang timbul melalui kebaikan dan cinta.
Pertolongan yang diberikan kepada orang baik oleh makhluk dengan kekuatan
ajaib.
keberhasilan anak ketiga atau anak bungsu ketika sang kakak gagal.
Kecantikan dan keluhuran anak ketiga atau anak bungsu.
Kecemburuan saudara kandung yang lebih tua.
Kejahatan ibu tiri.
D. Kalimat Pembuka Dongeng
Contoh kalimat pembuka:
Syahdan pada zaman dahulu kala, di negeri antah berantah
Kata sahibul hikayat
Pada zaman dahulu kala
Pada masa silam
Beribu-ribu tahun yang lalu
Di suatu negeri yang jauh
E. Struktur Dongeng
1)
Pendahuluan
Pernyataan umum, kalimat pengantar untuk memulai
dongeng.
2)
Kejadian atau peristiwa dalam dongeng
Kejadian-kejadian yang disusun secara kronologis.
3)
Penutup
Suatu pernyataan umum.
Kalimat yang sering digunakan, misalnya Mereka
hidup bahagia selamanya. Komentar umum tentang kebaikan yang dapat menaklukan
kejahatan atau pesan moral lainnya.
F. Jenis Dongeng
Dongeng binatang/fabel
Fabel adalah dongeng binatang
yang mengandung pendidikan tentang perbuatan baik dan buruk. Dalam fabel, tokoh
binatang berperilaku seperti manusia.
Hal tersebut menggambarkan watak
dan budi pekeri manusia. Dongeng Kancil dan Buaya, dan Kucing
Bersepatu Bot merupakan contoh dongeng binatang. Biasanya, mereka
digambarkan sebagai hewan cerdik, licik, dan jenaka.
Dongeng biasa
Dongeng biasa adalah cerita
tentang tokoh suka dan duka. Contohnya adalah cerita Bawang Merah dan Bawang
Putih dan Jaka Tarub.
Dongeng lelucon
Dongeng lelucon berisi cerita
lucu tetang tokoh tertentu. Contoh dongeng ini yaitu Si Kabayan dari
Jawa Barat, Lebai Malang, Pak Pandir, Pak Belalang, Lucai dari Melayu,
dan Pan Balangtamak dari Bali.
G. Ciri-Ciri Lain Dongeng
Menggunakan alur sederhana.
Cerita singkat dan bergerak cepat.
Karakter tokoh tidak diuraikan secara rinci.
Ditulis dengan gaya penceritaan secara lisan.
Terkadang pesan atau tema dituliskan dalam cerita.
Biasanya, pendahuluan sangat singkat dan langsung
H. Cara Mengawali Menceritakan Dongeng
Salah
satu dongeng favorit saya adalah …
Saya akan menceritakabn dongeng yang sangat saya sukai …
Dongeng yang terkenal dari daerah saya (kita) adalah ...
Dongeng yang saya ingat saat saya masih kecil adalah ...
Dongeng yang sering diceritakan ibu saya adalah ...
Selain itu, kita
dapat membuat sendiri awalan menarik lainnya.
I. Manfaatnya Dongeng
Secara garis
besar dongeng bermanfaat bagi perkembangan psikologi anak dan keharmonisan
hubungan dalam sebuah keluarga. Dimana didalamnya terjadi intraksi hubungan
yang harmonis antara pendongeng (orangtua) dan yang menyimak dongeng (anak).
Lebih jelasnya adalah sebagai berikut :
Pertama, anak akan memvisualisasikan latar,
tokoh dan keseluruhan situasi yang terjadi dalam sebuah dongeng, sehingga daya
kreativitasnya dalam berimajinasi akan senantiasa dipicu. Dari sini maka jika
dongeng di berikan dengan kontinuitas yang relatif stabil maka daya kreasi anak
pun akan semakin terpicu untuk lebih kreatif lagi. Dengan kata lain dongeng bisa mengasah daya fikir dan
imajinasi anak.
Kedua, metode penyampaian pesan moral yang
efektif.
Mengintip keberhasilan orang tua dalam menyampaikan pesan moral atau wejangan
melalui dongeng memang sudah menjadi sebuah alasan dongeng kembali di galakan.
Dalam hal ini, nasihat atau pesan pesan moral yang disampaikan orang tua kepada
anaknya, akan lebih cepat diresapi dan diterima oleh pendengar (anak anak)
melalui dongeng. Kemasan cerita yang di pilih memang menjadi salah satu penentu
muatan moral yang disampaikan.
Ketiga, menumbuhkan minat baca. Anak usia pra-sekolah yang kerap
kali mendegarkan dongeng, akan terpancing untuk mencari dan membaca cerita
yang telah di dengarnya tersebut ketika dia telah bisa membaca. Dari sini
diharapkan anak yang diawali dengan membaca dongeng tersebut akan terpancing
untuk membaca buku/tulisan yang lebih variatif seperti sains, sosial budaya,
agama dan sebagainya.
Keempat, Dongeng menjadi sebuah jembatan
spiritual yang mengarah pada kedekatan emosional antara pendongeng dan
penyimaknya.
Dalam hal ini orang tua sebagai pendongeng akan mendapat nilai plus dari
anaknya, sehingga kedekatan emosional itu menjadi sebuah manfaat yang secara
tidak langsung diperoleh dari aktifitas mendongeng. Tak dapat dipungkiri
penulis sebagai contohnya merasakan begitu hanyatnya seorang ibu waktu dulu
menceritakan dongeng, sehingga pada saat ini sosok ibu menjadi sorang yang
angat dirindukan.
Kelima, memicu daya kreatifitas dan memancing
wawasan luas bagi orang tua. Daya kreatifitas berfikir anak yang telah diberikan dongeng,
bisa memicu dan menimbulkan rasa keingin tahuan yang begitu banyak. Maka orang
tua senantiasa dituntut untuk mencari jawaban atas semua pertanyaanya. Selain
itu orang tua juga akan diasah kreatifitasnya dalam penyampaian jawaban, karena
baik kosakata maupun kejadian yang berlangsung tidak bisa diterima/dimengerti
oleh anak pada beragam usianya. Sehingga orang tua akan mengalami perkembangan
wawasan dan kreatifitas yang drastis.
Dari sekian
manfaat dongeng untuk anak, orang tua seyogyanya harus bisa memilih dongeng
yang sesuai untuk perkembangan psikologi anak. Disini beberapa dongeng memang
memiliki nilai budaya yang luhur namun seorang anak belum tentu bisa menyaring
dan memposisikan muatan moral ada di dalamnya. Sebgai contoh dongeng : Dongeng
klasik Sangkuriang yang mengisahkan romantika percintaan anak kepada ibunya,
dan dongeng lain yang bisa diterima dan ditafsirkan oleh orang
dewasa. namun bagi anak sebaiknya tidak di berikan terlbih dahulu. Karena
dikhawatirkan akan menimbulkan pemahanan yang negatif bagi perkembangan
psikologi anak.
Sumber : pendidikan.infogue.com

Comments
Post a Comment